MEDAN — Berada di arena asing dengan tekanan atmosfer internasional sering kali membuat nyali ciut, tetapi tidak bagi para atlet Mikroskil Taekwondo Club. Tiga mahasiswa dari Students’ Club Universitas Mikroskil tersebut berhasil membuktikan bahwa mental yang rileks adalah kunci kemenangan. Mereka sukses menyabet dua medali emas dan satu perunggu di ajang MBW International Taekwondo Championship 2026 yang berlangsung di Nilai Indoor Stadium @N9 Arena, Negeri Sembilan, Malaysia, pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026.
Kompetisi raksasa ini mempertemukan sekitar 5.000 atlet dari 13 negara, selain Indonesia, di antaranya ada Filipina, Malaysia, China, Brunei Darussalam, Pakistan, Korea Selatan, Taipei, Hong Kong, Thailand, Singapura, India, dan Nepal. Ketiga delegasi Universitas Mikroskil turun di kategori Kyorugi (pertarungan), dengan medali emas kebanggaan berhasil diamankan oleh Raihan Ali (Program Studi Sistem Informasi Angkatan 2022) pada Kyorugi 74–80 kg dan Muhammad Aura Fiergiansyah Ginting (Program Studi Sistem Informasi Angkatan 2024) di Kyorugi 68–74 kg. Sementara itu, Vinny Limwin (Program Studi Sistem Informasi Angkatan 2025) turut mempersembahkan medali perunggu di Kyorugi Under 46 kg.



Di balik prestasi gemilang tersebut, terdapat dinamika lapangan yang sangat manusiawi bagi mereka. Menghadapi ribuan pasang mata dan menyaksikan langsung gameplay tingkat tinggi dari atlet-atlet negara lain sempat memberikan tekanan tersendiri. Namun, alih-alih panik, mereka menciptakan ruang aman masing-masing untuk menetralkan keadaan dan tetap santai. Raihan dan Vinny fokus pada pemanasaran agar tubuh tidak kaku akibat rasa tegang yang dialami, sementara Aura memilih mendengarkan musik untuk memblokir bisingnya rasa gugup sebelum kompetisi dimulai.
Menariknya, setelah melewati berbagai rintangan dari delegasi asing, di babak penentuan mereka justru berhadapan dengan sesama atlet asal Indonesia. Segala tekanan di arena pada akhirnya dihadapi dengan prinsip sederhana dan tanpa beban dari tim. “Selama sama-sama masih makan nasi, gas aja. Yang membedakan cuma cara latihannya dan seberapa keras kita mempersiapkan diri. Mau lawan dari negara mana pun, kalau sudah masuk arena, ya tetap bertanding,” ujar Muhammad Aura Fiergiansyah Ginting.
Prestasi ini menjadi bukti nyata keikutsertaan di kancah internasional tidak harus dijalani dengan ketegangan. Mikroskil Taekwondo Club menunjukkan bahwa dengan latihan yang konsisten, penerimaan diri terhadap rasa gugup, dan pikiran yang santai, mahasiswa mampu mencetak sejarah baru. Pencapaian Raihan, Aura, dan Vinny diharapkan bisa menularkan energi kebebasan berekspresi ini kepada seluruh civitas academica Universitas Mikroskil untuk berani unjuk gigi di mana pun arenanya.

