APLIKASI ALGORITMA SEMI – FRAGILE IMAGE WATERMARKING BERDASARKAN PADA REGION SEGMENTATION

Andri Andri, Poiwong Ng

Abstract


Kebanyakan algoritma semi-fragile watermarking yang telah ada memiliki kelemahan, seperti sifat tidak kelihatan (invisibility) yang jelek, robustness yang tidak sempurna pada beberapa rutin dari proses sinyal. Penyebab utamanya adalah karena kebanyakan algoritma menggunakan parameter kuantisasi tertentu tanpa mempertimbangkan perbedaan diantara citra.

Untuk menyelesaikan permasalahan ini, Shengbing Che, Bin Ma, Jinkai Luo dan Shaojun Yu dari China (2009) [1] memperkenalkan sebuah algoritma image watermarking berdasarkan pada segmentasi region. Proses kerja dari sistem dimulai dari pemilihan citra sampul dan citra watermark hitam putih. Setelah itu, dilanjutkan pengisian nilai kunci dan proses pengacakan terhadap citra hitam putih. Kemudian, citra sampul akan dikonversi ke bentuk grayscale dan terakhir citra hitam putih akan ditempelkan ke dalam citra sampul. Citra watermark yang diperoleh dapat disimpan ke dalam sebuah file yang akan digunakan pada proses ekstraksi untuk mengekstrak keluar citra watermark hitam putih yang disisipkan di dalamnya.

Hasil pengujian menunjukkan waktu eksekusi proses penempelan watermark relatif lebih cepat dari proses ekstraksi. Algoritma tidak bisa mengekstraksi citra hitam putih ketika citra watermark diberi efek brightness dan contrast. Citra hitam putih masih dapat terekstrak keluar walau citra watermark disisipkan noise atau dicrop. Apabila ada kesalahan pengisian kunci maka akan menyebabkan citra hitam putih menjadi tidak terekstrak keluar.

Keywords


Semi-Fragile Watermarking; Region Segmentation; Watermark

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
The JSM site and its metadata are licensed under CC BY-NC-ND